Saat Kaum Muhajirin dan Anshor Bertemu Di Pulau Geser



Bula (Inmas). Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yastrib atau sekarang dikenal sebagai Madinah dipenuhi dengan kisah suka duka. Perjuangan Nabi yang mulia dalam dakwah mengajak kepada tauhid mendapat tantangan yang luar biasa dari kaumnya sendiri, yakni penduduk Quraisy. Dimana pengikutnya disiksa dengan siksaan dahsyat, bahkan Nabi sendiri mengalami beberapa kali upaya pembunuhan. Akhirnya Nabi memutuskan berpindah ke Madinah. 

Peristiwa berpindah dari Mekkah ke Madinah inilah yang menandai awal perhitungan tahun Hijriyah dalam penanggalan Islam. Penduduk Mekkah yang telah bersyahadat dan mengikuti ajaran Islam di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW yang berhijrah ke Madinah disebut sebagai kaum Muhajirin. Sementara penduduk Madinah yang telah menerima hidayah Islam disebut sebagai kaum Ansar.

Episode peristiwa hijrahnya Nabi SAW dari Mekkah ke Madinah ini dipentaskan oleh masyarakat Pulau Terapung Geser. Dibawah komando madrasah dan KUA kecamatan Seram Timur masyarakat berduyun-duyun memerankan diri sebagai kaum Muhajirin dan kaum Anshar. 

Momen saat kaum Muhajirin memasuki Mota Yastrib di jemput oleh kaum Anshor dan dilantunkn suara azan, sholawat membuat masyarakat Geser yang hadir tak kuat menahan air mata. Mereka seperti merasakan beratnya perjuangan Nabi dan tingginya persaudaraan yang diikat oleh Nabi terhadap Kaum Anshor dan Muhajirin. Ibu-ibu Majelis Ta'lim yang hadir juga merasakan suasana haru saat pertemuan dua kaum yang menjadi pelindung dan pembela Rasulullah tersebut. Saat jabatan tangan dan pelukan saat mereka bertemu. 

Rangkaian drama kisah peristiwa Hijrah Nabi Muhammad ini adalah kegiatan yang dibuat KUA Seram Timur dan Madrasah yang ada di Kecamatan Seram Timur untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 yang dilangsungkan Selasa (11/9). Melalui acara ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Agamanya dan mengenal perjuangan Nabi Muhammad SAW sehingga bisa diteladani kisah hidup beliau.

Kepala KUA Sertim, Kamaruddin Kelsaba, S.Ag bersyukur acara tersebut mendapat antusiasme warga Geser disebutnya sebagai masyarakat religi. Semoga kegiatan yang digelar dapat meningkatkan persaudaraan dan semangat ber-Islam lebih baik lagi. (ss/kia)

 


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online