Plt. Kakanwil Apresiasi Sosialisasi Persiapan PSBB di Kota Ambon


Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis menghadiri rapat sekaligus paparan Walikota Ambon tentang persiapan PSBB di Kota Ambon, di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Jumat (19/6). Foto: Zamhir

Ambon, Inmas - Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis menghadiri rapat sekaligus paparan Walikota Ambon tentang persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon, di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Jumat (19/6).

Pada kesempatan tersebut, Plt. mengapresiasi Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk mensosialisasikan persiapan pelaksanaan PSBB di Kota Ambon dengan melibatkan tokoh-tokoh agama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19. 

Plt. Kakanwil mengatakan, penerapan PSBB yang tertuang di dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Penetapan PSBB di Kota Ambon dalam Penanganan COVID-19 yang direncakan di laksanakan pada 22 Juni mendatang sudah tepat, mengingat jumlah warga positif COVID-19 di Kota Ambon masih mengalami peningkatan.

"Kemenag Maluku  secara Penanganan prinsip ikut mendukung penanganan COVID-19 melalui penerapan PSBB yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus. Untuk itu, warga harus mematuhi aturan yang diberlakukan, sehingga penanganan pandemi ini di Kota Ambon bisa maksimal," ujarnya

Menurut Plt. menjelang pelaksanaan PSBB, tokoh-tokoh agama harus duduk bersama menyamakan persepsi terkait dengan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah, sehingga tidak terjadi keresahan di lingkungan masyarakat.

"Kita harus satu persepsi dalam penerapan PSBB. Tokoh agama diharapkan juga memberikan sosialisasi dan pencerahan kepada umat sehingga tidak ada salah persepsi terkait dengan penerapan PSBB," ujar Plt.

Pada kesempatan tersebut, Plt berharap dalam pelaksanaan PSBB nantinya bukan hanya menjadi tanggungjawab Walikota dan stakeholder terkait, namun menjadi tanggungjawan semua elemen masyarakat, sehingga pelaksanaan PSBB berjalan lancar dalam rangka memutus mata rantai COVID-19.

Sebelumnya Walikota Ambon Richard Louhenapessy dalam pemaparannya mengatakan, PSBB di Kota Ambom direncakan akan dilakukan pada 22 Juni mendatang. Pelaksanaan PSBB akan berlangsung selama 14 hari.

"Jadi pelaksanaan PSBB akan berlangsung selama 14 hari, setelah selesai, maka PSBB dapat diperpanjang, tergantung dari penilaian dari pusat," kata Walikota

Dikatakan, penerapan PSBB penting dilakukan mengingat jumlah warga positif COVID-19 di Kota Ambon masih mengalami peningkatan, sehingga diharapkan dengan pemberlakuan PSBB nantinya dapat memutus mata rantai penyebaram COVID-19.

"Kita harapkan dengan pemberlakuan PSBB maka bisa memutus mata rantai pandemi, karena PSBB terbukti berhasil di beberapa daerah," katanya

Dalam PSBB, Walikota jelaskan ada enam pelaksanaan pembatasan yakni, satu, pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan atau institusi pendidikan lainnya. dua, aktivitas bekerja di tempat kerja. tiga, kegiatan keagamaan di rumah ibadah. empat, kegiatan ditempat atau fasilitas umum. lima, kegiatan sosial dan budaya. enam, pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

"Kita harapkan masyarakat bisa patuhi pelaksanaan PSBB di Kota Ambon, Ikut serta dalam pelaksanaan PSBB, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga bisa memutus mata rantai COVID-19," harap Walikota.

Turut hadir Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Kasrul Selang, Dandrem 151/Binaiya Brigjen Arnold Ritiauw, dan perwakilan Polda Maluku.(RESI)


E-Survey

Dumas Kemenag Maluku
Survey Pelayanan Haji Maluku Tahun 2018
PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018
Pelayanan Pelaporan Gratifikasi

E-Aplikasi

SOP Kemenag RI
LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
SIPATUH
Simpatika Kemenag