Pengembangan KKG dan MGMPPAK, Kakanwil Minta Guru Kembangkan Budaya Literasi Membaca



Ambon, Inmas - Guru menjadi instrumen penting dalam mengembangkan budaya literasi. Namun sangat disayangkan, ditemukan masih banyak guru yang tidak gemar membaca.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad pada kegiatan Pengembangan Lembaga Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMPPAK) yang digelar Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen di Hotel Golden Palace Ambon, Kamis (14/11).

Dua kegiatan sebagai pusat peningkatan profesionalisme guru yang diselenggarakan setiap tahun ini, dibuka Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku. Turut hadir mendampingi, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen, Nansij Latuheru dan Kepala Seksi PAK Tingkat Menengah, Mariyanto Westplat.

Sebelum membuka jalannya kegiatan yang diikuti peserta sebanyak 50 orang dari 10 Kabupaten/Kota se-Maluku, Kakanwil menyebutkan terdapat tiga asek terkait, yaitu peningkatan kompetensi, peningkatan mutu pembelajaran, dan peningkatan budaya kompetensi.

"Jadi beda loh, peningkatan kompetensi dan budaya kompetensi. Kalau budaya kompetensi adalah saya gemar membaca, saya gemar menulis, dan saya gemar mempublikasi karya tulis ilmiah. Ini budaya kompetensi," terangnya.

Selaku tenaga pendidik lembaga pendidikan formal yang diamanatkan konstitusi negara, guru diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi membaca.

"Literasi membaca adalah keterbukaan wawasan. Lalu kalau guru tidak gemar membaca ini menjadi persoalan pendidikan. Bagaimana mungkin anak bisa membangun literasi membaca," katanya.

Sementara persoalan pendidikan saat ini, realitasnya menunjukkan lebih banyak anak yang minatnya bacanya tinggi ketimbang memiliki potensi daya dalam membaca.

"Kita buktikan, anda bisa tengok saat anak membaca whatsaAp di Hp itu tuntas, tetapi kalau diberikan buku yang cukup tebal dia akan mundur," sambungnya.

Kakanwil berharap, para guru bisa menyikapi persoalan pendidikan saat ini dengan baik, dimana persoalan kurangnya minat baca anak justru akan menimbulkan kekhawatiran terhadap generasi penerus bangsa saat ini yang rentan terjerumus kedalam paham radikalisme.

Menurutnya, anak-anak patut disuguhkan dengan buku-buku yang memberikan pesan-pesan perdamaian dan menyejukkan. Pada konteks ini, budaya literasi membaca penting ditradisikan di setiap generasi bangsa.

Caranya adalah, guru memainkan peran dengan menggunakan jalan pendidikan melalui pendekatan "soft approach", yaitu menyelesaikan persoalan kebangsaan saat ini tanpa kekerasan.

"Anak-anak kita jangan dibiarkan terkontaminasi dengan sumber-sumber yang belum diketahui kebenarannya, dan kegiatan ini salah satu bentuk untuk menangkal radikalisme, sehingga anak-anak kita paham cara beragama yang memberikan kedamaian bagi alam semesta,” tandasnya.

Tampak hadir juga dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari ini, terhitung sejak 14-16 November 2019, sejumlah pejabat eselon III/IV lingkup Kanwil Kemenag Maluku. (ZAM)


E-Survey

Dumas Kemenag Maluku
Survey Pelayanan Haji Maluku Tahun 2018
PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018
Pelayanan Pelaporan Gratifikasi

E-Aplikasi

SOP Kemenag RI
LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
SIPATUH
Simpatika Kemenag