PEMBIMAS KATOLIK KANWIL AGAMA PROVINSI MALUKU MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PEMBINAAN GURU AGAMA KATOLIK



Langgur (Inmas), Sekarang ini kita hidup  pada era globalosasi dengan menghadapi sejumlah tantangan. Globalosasi merupakan fenomena tidak adanya batas-batas antara negara di dunia ini. Pada awalnya globalisasi hanya terjadi  pada tiga aspek yaitu 3 F, food atau makanan, fashion atau pakaian dan fun atau hiburan. Namun sekarang ini globalisasi sudah merambah ke berbagai kehidupan, implikasinya berhubungan dengan persaingan, perdagangan, bahkan produk, inilah yang menjadi tantangan dunia global. Hal ini dikatakan Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, Mustaki Rumagorong, S.Sos, pada kegiatan Pembinaan Peningkatan Kualitas Guru Agama Katolik dengan tema Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia yang Profesional, Akuntabel, Berkarakter, Berkualitas dan Kompetitif yang diselenggarakan oleh Penyelenggaran Bimbingan Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku hari ini 16/03 di auditorium Kemenag Malra.

Selain itu kata Mustaki yang juga Kasubag TU Kantor Kemenag Malra, Kemajuan dalam bidang sains dan teknologi berkembang dengan cepat, disatu sisi menampakkan sisi positif bagi dunia pendidikan, tetapi juga bisa menimbulkan konflik/gap antara yang kuat dengan yang lemah, yang melek teknologi dengan yang gagap teknologi, yang kaya dengan yang miskin, yang pandai dengan yang bodoh dan sebagainya.

Kepala Pembimas Katolik Kanwil Provinsi Maluku, Bernard Fanuleng, S.Pd, dalam sambutan mengatakan, Didalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tujuan nasional adalah mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, mengembangkan kesehatan dan akhlak mulia dari peserta didik. Selanjutnya membentuk peserta didik yang terampil, kreatif dan mandiri. Tujuan ini merupakan tantangan bagi para pendidik (guru), karena tujuan itu merupakan modal dasar bagi peserta pendidikan dan memecahkan permasalahan pendidikan diperlukan guru yang profesional.

Profesionalisme guru berkorelasi dengan kualitas produk pendidikan. Guru yang profesional menjadikan pendidikan atau proses pembelajaran yang berkualitas, sehingga peserta didik pun senang mengikuti proses pembelajaran tersebut. Misi dari peningkatan profesionalisme guru ini yaitu terwujudnya penyelenggaraan pendidikan atau pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme, tandasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 Peserta guru Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, (DR).

 


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online