Kepala Kemenag Hadiri Peringatan Isra Miraj di Polres SBT


Ustad Munirul Mukmin sedang menyampaikan Hikmah Isra Mi'raj

Bula (Inmas). Kepala Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, H.M.Yasir Rumadaul, S.Ag, M.Pd.I menghadiri Peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H/2018 M yang diadakan oleh Polres Seram Bagian Timur, Kamis (5/4).

 

Kegiatan yang di laksanakan di Masjid Polres At-Taqwa itu dihadiri oleh Kapolres SBT, AKBP Saminata, S.IK dan seluruh jajaran kepolisian termasuk Ibu-ibu Bayangkari. Mengambil tema Dengan Hikmah Isra Mi'raj Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Serta Kinerja Personil Polres SBT Guna Mewujudkan Polri Yang Profesional, Modern, dan Terpercaya. Adapun hikmah Isra Mi'raj disampaikan oleh Ustad M. Munirul Mukmin yang juga adalah Pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur. 

 

Dalam sambutannya Kapolres SBT menyampaikan salah satu tujuan diadakan peringatan Isra Mi'raj sebagai upaya pembekalan ruhani bagi aparat kepolisian yang beragama muslim dengan mengambil sebanyak hikmah dan pembelajaran dari kisah Isra Mi'raj Rasulullah SAW. Kapolres juga mengaitkan dengan konteks sekarang dimana era digitalisasi mengharuskan polisi bekerja lebih keras dalam menjalankan tugas dan tantangan yang dihadapi terutama yang tengah digalakkan saat ini yakni anti radikalisme dan anti hoax. "Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan sekaligus meningkatkan kinerja kepolisian Polres SBT" ujar Kapolres. 

 

Sementara itu dalam taujihnya Ustad Munirul Mukmin mengajak jamaah yang hadir untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena nikmat yang Allah berikan tidak menuntut untuk dihitung satu persatu. "Yang Allah minta dan berikan hanya 2 pilihan, La insyakartum la asiidannakum wala ingkafartum inna'azaabi lasyadiid. Kalian syukuri akan aku tambah, atau kalau kalian kufuri nikmat-nikmatku sungguh hukumanku sangat pedih" 

 

Peristiwa Isra Mi'raj yang sudah jamak diketahui ummat Islam sejak SD melalui pelajaran Agama Islama lalu diurai oleh Ustad Mukmin dengan  menjelaskan satu-persatu makna dari Surah Al-Isra' ayat 1 yang bercerita tentang Nabi Muhammad SAW yang diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina menuju ke Sidratul Muntaha sebagai sesuatu yang masuk akal walau dalam pandangan manusia adalah irrasional.

 

"Ayat ini dimulai dengan kalimat Subhanalladzi, Maha Suci Allah, artinya peristiwa Isra Miraj bukan peristiwa biasa, bukan bohongan, bukan hoax. Karena dalam frase ini ada subjek, ada predikat, dan ada objek. Allah sebagai subjek, sebagai pelakunya. Asro, memperjalankan, sebagai predikat, sebagai kata kerja. Bi'abdihi, yakni yang perjalankan hambanya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Jadi kalau Objek posisinya itu diperlakukan, bukan kehendak Rasulullah SAW, tapi diperlakukan atau diperjalankan oleh Allah SWT. Maka kalau ada peristiwa yang terjadi begitu cepat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya itu pada hakikatnya sangat masuk akal karena Nabi Muhammad hanya sebagai objek dan pelakunya yang memperjalankan adalah Allah SWT" tegas Ustad Mukmin panjang lebar dengan paparan sejarah yang mengikutinya.

 

Melalui peringatan Isra Mi'raj Ustad Munirul Mukmin yang pernah menjadi koordinator bagian Humas Kantor Kemenag SBT juga mengajak umat Islam terlebih aparat Kepolisian untuk meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam praktek hidup sehari-hari. Dalam profesionalisme kerja misalnya dapat dibentuk dengan disiplin diri melalui menjaga pelaksanaan ibadah terutama Sholat lima waktu. Begitu pun polisi harus terus meningkatkan dan meng-update diri dengan pengetahuan dan penguasaan teknologi sehingga tidak gaptek dan ketinggalan zaman. Sehingga sosok polisi mencerminkan pribadi pengayom yang terpercaya di masyarakat. Beliau lalu mengajak hadirin untuk menanamkan rasa cinta kepada baginda Nabi SAW "Dengan senantiasa memperbanyak shalawat kita berharap dapat berjumpa dengan manusia yang paling kita cintai Nabi Muhammad SAW di SurgaNya kelak" pesan Ustad Mukmin yang diamini para jama'ah. (Supran)