Kemenag Maluku Terbitkan Juknis Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah Shalat di Masjid/Mushalah



Ambon, Inmas - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) tentang penyelenggaraan kegiatan ibadah shalat di masjid/mushollah khusus di wilayah Kota Ambon selama masa berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Juknis ini disosialisasikan dihadapan para imam dan pengurus masjid untuk dijadikan sebagai panduan bersama.

Plt Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis lewat kesempatan sosialisasi menegaskan, dasar diterbitkannya juknis tersebut merujuk pada Surat Edaran  Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : SE.15 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman di Masa Pandemi, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor : 31 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Shalat Jumat dan Jamaah untuk Mencegah Penularan Wabah Covid-19, Peraturan Gubernur Maluku Nomor : 15 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Pergerakan Orang dan Moda Transportasi Dalam Penanganan Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19) di Pulau Ambon, Peraturan Walikota Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Ambon, dan hasil rapat Walikota Ambon bersama Tim Gugus Tugas Covid - 19 Provinsi Maluku dengan pimpinan lembaga keagamaan pada tanggal 19 Juni 2020 lalu terkait persiapan pelaksanaan PSBB di Kota Ambon.

"Berdasarkan surat edaran, fatwa, pergub, perwali dan hasil rapat Walikota Ambon tersebut, maka kami memandang perlunya menyampaikan ketentuan-ketentuan pelaksanaan shalat berjamaah dan shalat jumat di masjid/mushollah untuk membantu proses peribadatan," terang Jamaludin Bugis dalam kegiatan Sosialisasi Juknis Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah Shalat di Masjid/Mushollah bertempat di Aula Kanwil Kemenag Maluku, Senin (22/16).

Hadir juga dalam sosialisasi tersebut, Karo Kesra Setda Maluku, Abdul Haji Muhammad, perwakilan Pemkot Ambon, Kepala Kantor Kemenag Kota Ambon, Zain Firdaus Kaisupy, perwakilan dari Polres Ambon, Dinas Kesehatan Kota Ambon, Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon dan Ketua MUI Kota Ambon, Muhammad Rahanyamtel.

"Diharapkan imam selaku perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk menerapkan secara bersama ketentuan juknis ini dan akan kami pantau implementasinya dapat berjalan dengan baik atau tidak," harap Jamaludin Bugis.

Adapun 15 ketentuan-ketentuan dalam juknis pelaksanaan shalat berjamaah dan shalat jumat di masjid/mushollah sebagai berikut:

1. Jamaah harus menggunakan masker sejak keluar rumah, dalam pelaksanaan shalat dan selama berada di area masjid/mushollah.

2. Setiap jamaah yang masuk melaksanakan shalat berjamaah wajib dilakukan deteksi suhu dengan menggunakan Thermometer Suhu.

3. Setiap jamaah wajib mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hansanitizer setiap masuk masjid.

4. Menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan sebelum dan sesudah shalat.

5. Menjaga jarak antara jamaah minimal satu meter (1 m) ketika melaksanakan shalat berjamaah.

6. Jamaah diharuskan membawa sajadah dari rumah masing-masing.

7. Menghindari berkumpulnya banyak orang/jamaah di area masjid/mushollah.

8. Jumlah jamaah dapat disesuaikan dengan kapasitas masjid/mushollah dengan memperhatikan masing-masing menjaga jarak minimal 1 meter.

9. Bagi anak-anak dan jamaah yang lanjut usia dan rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19 sebaiknya beribadah di rumah saja.

10. Diharapkan agar imam dalam memimpin shalat kiranya dapat menggunakan ayat-ayat pendek dalam bacaan surah.

11. Terkait pelaksanaan shalat jumat, khatib dalam berkhutbah maksimal waktu yang dipergunakan 10 s/d 15 menit.

12. Kewajiban para imam/pengurus dan remaja masjid dapat melakukan pengawasan terhadap ketentuan tersebut dalam rangka upaya menjalankan protokol kesehatan bagi seluruh jamaah yang melaksanakan ibadah di masjid/mushalah.

13. Diharapkan para pengurus masjid/mushallah dan jamaah kiranya ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat/Daerah, Kementerian Agama dan Pimpinan Ormas Islam.

14. Tujuan dari petunjuk teknis ini semata-mata hanya untuk menjaga dan melindungi kesehatan dan keselamatan jamaah.

15. Ketentuan petunjuk teknis ini hanya berlaku pada wilayah Kota Ambon.

"Inti dari juknis ini, kita bisa beribadah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” tandas Jamaludin Bugis. (ZAM)


E-Survey

Dumas Kemenag Maluku
Survey Pelayanan Haji Maluku Tahun 2018
PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018
Pelayanan Pelaporan Gratifikasi

E-Aplikasi

SOP Kemenag RI
LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
SIPATUH
Simpatika Kemenag