Kemenag Kota Ambon Gelar Kegiatan Dialog Lintas Agama tahun 2018, Bahas Langkah Strategis Toleransi



Ambon (Inmas). Kementerian Agama Kota Ambon menggelar  kegiatan Dialog Lintas Agama dengan kalangan tokoh lintas agama dan unsur organisasi keagamaan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Ambon. Dialog lintas agama ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan program kegiatan yang tertuang dalam DIPA Kementerian Agama Kota Ambon Tahun Anggaran 2018, yang diikuti oleh peserta sebanyak 60 orang mewakili berbagai unsur yang berada di Kota Ambon.

Peserta tersebut terdiri dari masing-masing perwakilan yakni : tokoh agama, tokoh ormas yang terdiri dari PMKRI, Ansor Maluku, Fatayat NU, AMGPM, Jemaah, NU Kota Ambon, GPPS, unsur Majelis Ta’lim dan unsur Jemaah Gereja, serta tokoh masyarakat yang diundang.

Selaku narasumber adalah Ketua FKUB Kota Ambon, Pendeta D. Mayaut, Ketua MUI Kota Ambon, Dr. Muhammad Rahayamtel M.Ag, Sekretaris Keuskupan Ambon, Pastor Inno Ngatra.

 

Kegiatan pembukaan diawali dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha Kota Ambon Saradju Kelrey, S.Ag. Dalam sambutannya menyampaikan pentingnya Kegiatan Dialog Lintas Agama ini dalam rangka menemukan cara efektif untuk mengelola kemajemukan dan keanekaragaman latar belakang kultural masyarakat Ambon. Sebab Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang ditandai oleh adanya perbedaan dalam kesatuan sosial, budaya seperti suku, ras, bahasa, adat istiadat serta agama. Perbedaan dalam kesatuan sosial ini merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah dan tidak ada seorangpun yang mampu menolaknya. Perbedaan tersebut, pada satu sisi dapat dipandang sebagai faktor penghalang, terjadinya integrasi masyarakat, Tetapi pada sisi lain perbedaan adalah asset bangsa dalam rangka mempermudah tercapainya kemajuan bangsa sebagai suatu anugrah.

 

 Tantangan kita hari ini dan ke depan sebagai sebuah bangsa tidak semakin sederhana. Sebagai bangsa yang religius agama ikut menata kehidupan kita bersama. Kehidupan bernegara berpemerintahan dan bermasyarakat, Untuk itu pada masyarakat khususnya yang berada di Kota Ambon hendaknya dibangun suatu rasa kebangsaan bersama dengan tetap menghargai, mengedepankan dan membanggakan pluralisme masyarakat. Maka lewat kegiatan ini diharapkan masyarakat hendaknya dibangun suatu rasa kebangsaan bersama dengan tetap menghargai, mengedepankan dan membanggakan pluralisme masyarakat Kota Ambon dengan kemajemukannya.

 

KaKanKemenag Kota Ambon dalam amanahnya yang disampaikan Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Ambon mengajak semua pihak, khususnya para pemuka agama di Daerah untuk:

1.Memupuk saling pengertian dengan lebih memanfaatkan dan mengefektifkan saluran komunikasi antar pemuka agama yang sudah ada, baik dalam bentuk forum (wadah) maupun bentuk lainnya, ditingkat nasional, regional dan lokal, terutama tingkat kecamatan, kalau perlu sampai tingkat desa (kelurahan) dan akar rumput (grassroot);

2. Menggali dan melestarikan berbagai unsur tradisi dan pranata lokal, termasuk norma dan adat istiadat yang bermanfaat, agar lebih efektif dalam mendukung kerukunan masyarakat lokal;

3. Mengundang partisipasi semua kelompok dan lapisan masyarakat sesuai dengan potensi dan kapasitasnya masing-masing dalam berbagai kegiatan dialog seperti musyawarah, temu muka, serta kerjasama sosial kemasyarakatan.

Untuk itu diharapkan lewat kegiatan ini peserta dialog dapat memberikan sumbangan pemikiran yang jernih dan tulus, sehingga tujuan dialog dapat tercapai. Pada kesempatan itu lewat Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Ambon a/n. KaKanKemenag Kota Ambon membuka secara resmi kegiatan Dialog Lintas Agama Kota Ambon tanggal 14 Maret 2018.***(Hm.W)

 

Label  : Humas  

 


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online