KAKANKEMENAG MALRA BERIKAN MANASIK HAJI



Langgur (Inmas), Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang No 13 Tahun 2008. Dalam undang-undang ini disebutkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji adalah rangkaian kegiatan pengelolaan pelaksanaan ibadah haji yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan ibadah haji. Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji, sehingga jamaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam Penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia secara nasional menjadi wewenang Kementerian Agama (Kemenag). Dalam kewenangan tersebut juga terkandung tanggung jawab yang besar karena dalam pelaksanaan ibadah haji diperlukan pelayanan yang baik. Pelayanan ibadah haji tidak hanya menyangkut kesejahteraan lahir-batin jamaah haji, namun menyangkut nama baik dan martabat bangsa Indonesia di luar negeri, khususnya di Arab Saudi. Mengingat pelaksanaannya bersifat massal dan berlangsung dalam jangka waktu yang terbatas, maka penyelenggaraan ibadah haji memerlukan manajemen yang baik, agar penyelenggaraan ibadah haji tersebut dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maluku Tenggara, Drs. Hi. Arifin Difinubun, M.Sos.I, pada kegiatan Bimbingan Manasik Haji yang diselenggarkan oleh Penyelenggara Haji dan Umrah hari Rabu, 09/01 di auditorium Kemenag Malra.

Untuk lebih mengefektifkan Manasik haji seperti diamanatkan oleh Undang-Undang tersebut, kita menyampaikan hal ini karena pemahaman dalam masyarakat belum memahami lebih jauh tentang manasik itu sendiri. Karena belum memahami akan manasik haji, maka Pemerintah melalui Kementerian Agama melaksanakan bimbingan manasik haji dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon haji agar lebih mengenal cara melaksanakan ibadah haji di tanah suci Makkah, tandasnya.

Dikatakan, persoalan yang terjadi ketika para calon haji melaksanakan ibadah haji di Makkatul Mukarramah dan Madinatul Munawwarah itu karena mereka belum mengetahui bahkan tidak mengetahui tentang manasik. Manasik itu penting agar para calon haji mengenal tempat dan tata cara serta petunjuk dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Seperti biasanya, setiap tahun Penyelenggara haji dan Umrah Kemenag Malra telah menjadwalkan setiap minggu akan diadakan satu kali Manasik selama tiga bulan. Hal ini dilakukan agar para calon haji lebih matang ketika berangkat mennaikan ibadah haji. Untuk itu diminta kesadaran dari para calon haji untuk lebih intensif dalam mengikuti kegiatan ini, harapnya. (DR).


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online