Jch Kloter 13 Bertolak Menuju Tanah Suci, Lima Tunda Berangkat


JCH Kloter 13 menjalani pemeriksaan medis tahap dua sebelum keberangkatan di Aula 3 Emberkasi Haji Asrama Sudiang Makassar, Minggu (6/8).

Makassar, (Inmas) -Setelah beristirahat kurang lebih dua hari di Asrama Haji Sudiang Emberkasi Makassar, sebanyak 450 Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku bertolak menuju Tanah Suci Kota Mekkah. Lima dinyatakan tunda keberangkatan dengan berbagai alasan, satu diantaranya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prov. Maluku, Musa Toekan. 

Penundaan keberangkatan Ketua KPU lantaran yang bersangkutan menderita gangguan gagal ginjal melalui diagnosa kesehatan tahap kedua. Meskipun langkah dan upaya agar ia bisa menemani istrinya menunaikan rukun Islam kelima, tetapi sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) nomor 15 Tahun 2016 tentang Istitoha kesehatan jamaah calon haji. Musa Toekan terpaksa harus melalui proses perawatan medis di Emberkasi Makassar selama tiga minggu disebabkan penyakit yang dideritanya masuk dalam kategori resiko tinggi, meskipun memiliki pendamping.

"Kalau sudah masuk resiko tinggi kita tidak berani ambil kebijakan, apalagi yang bersangkutan dari temuan secara medis darahnya dibawah 7 HD," kata Kakanwil Kementerian Agama Provisi Maluku, Fesal Musaad yang ditemui pada acara pelepasan JCH Kloter 13 di Aula Tiga Asrama Haji Emberkasi, Makassar, Minggu (6/7).

Kakanwil menegaskan, Emberkasi Haji Makassar merupakan salah satu emberkasi terbaik di Indonesia. Pihak Kemenag dan petugas haji tidak mau mengotorinya akibat ada temuan masalah jika diloloskan.

"Kita harap yang bersangkutan bisa sabar pasti ada hikmah dibalik semua ini," ujar Kakanwil menguatkan pihak keluarga Toekan yang juga turut hadir.

Sementara menurut Ketua Tim Medis yang mendampingi kloter 13, Dr. Yusda Tuharea yang ditemui media ini dilokasi pelepasan, berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tadi, Toekan divonis batal tetap lantaran mengalami gagal ginjal kronis.


Sementara lainnya dinyatakan tertunda, diantaranya Neni Binti Laode Imbu (29) yang berdasarkan hasil kesehatan tahap terakhir mengalami kehamilan, sehingga Djainal Alimuddin Binti Paloa, suaminya yang turut mendampingu juga meminta tunda.

Hal yang sama juga dialami Wangyee Mr. Ibrahim Bin Dam Wangyee yang merupakan warga negara Thailand tunda keberangkatan sementara akibat terganjal masalah VISA, sehingga Dewi Sartika istrinya juga meminta untuk ditunda keberangkatan.

"Untuk masalah VISA sementara kita urus. Disebabkan VISANYA adalah warga negara asing dan harus melalui rekomendasi Kedutaan Negara Thailand. Tapi sementara kita urus semoga cepat selesai," kata salah satu petugas haji dari Bidang PHU Kemenag Prov. Maluku, Wati Kabalmay saat ditemui media ini.

Pelepasan JCH Kota Ambon berlangsung hikmah. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Wahid Taher yang merupakan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Emberkasi Haji Makassar  didampingi Kakanwil Kemenag Maluku, melepas secara resmi keberangkatan JHC Kloter 13. Sekitar pukul 17.00 WITA dini hari, JCH diberangkatkan menuju Bandara Internasional Pangeran Muhammad Abdul Aziz Madina dengan menumpangi Garuda Indonesia Air Lines nomor Flight 1206.

Bersamaan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd yang didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku, Jamaluddin Bugis, S.Ag, menyerahkan Manifest kepada Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Abdul Wahid Tahir yang juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar sebagai tanda dilepasnya JCH Kloter 14 asal Maluku kepada panitia Embarkasi Haji Makassar.

(ZAM)


E-Survey

Dumas Kemenag Maluku
Survey Pelayanan Haji Maluku Tahun 2018
PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018
Pelayanan Pelaporan Gratifikasi

E-Aplikasi

SOP Kemenag RI
LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
SIPATUH
Simpatika Kemenag