INGAT ! IDE PERSPARANI NASIONAL LAHIR DARI MALUKU



Ambon (Inmas). Terpilihnya Provinsi Maluku, sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Persaparni) Nasional ke-I, tahun 2018, seperti mendapat hadia dalam catatan sejarah.  Dan medapat sorotan dari berbagai eleman, yang mempertanyakan kenapa sampai wilayah ini dipilih sebagai tuan Pesparani untuk pertama kalinya di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd, menegaskan alasan ditetapkan Maluku sebagai tuan rumah pertama even berkelas nasional ini, karena ide atau gagasan lahirnya pesta paduan suara bagi umat Katolik di Indonesia ini lahir dari Maluku. 

Dirinya memberikan aprasiasi kepada para inisiator perseparani yang melahirkan konsep nasional ini di provinsi berjuluk negeri "seribu pulau". Demikian, disampaikan Kakanwil dalam wawacara bersama TVRI Stasiun Maluku, di ruang Kerjanya, Senin, (6/1).

Menurut kakanwil Pesparani merupakan hajat terbesar bagi umat Katolik di Indonesia, berbagai persiapan untuk mensukseskan agenda nasional ini sedini mungkin telah dilakukan,termasuk mendorong Keputusan Menteri Agama nomor 34 tahun 2016 tentang tentang pembentukan lembaga yang akan berperan selama proses Pesparani ini berlangsung. 

 

Anggaran pelaksanaan Pesparani di Maluku telah direviuw kembali disiapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, yang akan ditranfer langsung ke Panetia penyelenggara even ini, bersama dengan bantuan dari APBD. " Anggarannya telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan akan ditransfer langsung  panetia tanpa melalui tender,"  tutur Kakanwil.

Dijelaskan, meskipun even ini terbilang baru di Indonesia namun sebagai tuan rumah, Fesal Musaad tidak meragukan kesiapan Maluku sebagai penyelenggara. Alasannya karena wilayah ini memiliki pengelaman dalam melaksanakan even nasional bernuansa keagamaan. " Sebut saja MTQ tingkat nasional dan Pesparawi tingkat nasional yang secara bergilir berlangsung sukses, Ini menunjukan bawa Maluku sangat siap dalam menjalankan kegiatan yang akan direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo ini, "  jelas Kakanwil. 

Salah satu kunci keberhasilan Maluku dalam mengelar berbagai even keagamaan, karana budaya masyarakat di wilayah ini memahami agama secara moderasi. Contohnya, pela gandong, ain ni ain, potong dikuku rasa didaging, sagu salempeng pata bage dua,  itu pemaknaan dari buadaya  hidup orang Maluku yang hidup bersama ditengah-tengah perbedaan keyakini. 

"Pemehaman agama secara moderasi ini terbawa sampai pada even keagamaan, kita bisa lihat bagimana umat Kristen dan Katolik berpartisipasi aktif dalam even MTQ Nasional, kemudian ada cerita manis, umat islam yang menyambut peserta Pesparawi nasional dengan kain adat di Kota Ambon beberapa waktu lalu. Semua ini menjadi kekuatan bagi Maluku untuk menunjukan pada indonesia bahwa inilah kita masyarakat Maluku, yang religius rukun  aman damai dan harminis," ujar Kakanwil. (ASA)


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online