DWP Kemenag RI Gelar Halal Bihalal Nasional



Jakarta, Inmas - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI hari ini menggelar Halal Bihalal Nasional 1443H/2022M dan Silaturahmi dengan mengusung tema "Bersama Halal Bihalal Kita Perkuat Tali Silaturahmi Untuk Membangun Kebersamaan Menuju Kemanfaatan Sesama".

Acara Halal Bihalal dirangkaikan dengan Workshop Public Speaking Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI dengan menghadirkan narasumber KH. Nurul Badrutamam dan Chaerini, S.Psi., M.Si. berlangsung di Kantor Kemenag, Jl. MH. Thamrin, No.6 Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). 

Acara tersebut tampak dihadiri Penasehat DWP Eny Retno Yaqut, Ketua DWP Kemenag Farikhah Nizar Ali, Ketua DWP Kanwil Kemenag Maluku Wulida Tamher Yamin dan Ketua DWP Kanwil Kemenag se-Indonesia.

"Alhamdulillah, hari ini kita bersilaturrahim untuk melakukan halal bihalal bersama-sama dengan tema bersama halal bihalal kita perkuat tali silaturahmi untuk membangun kebersamaan menuju kemanfaatan sesama," kata Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut mengawali rangkaian Halal Bihalal. 

Dikatakan Eny Retno Yaqut, tali silaturahmi kebangsaan harus diperkuat. Mengingat fakta dari dulu hingga kini bahwa masyarakat Indonesia sangat plural-multikultural, baik suku, etnis, agama, bahasa, budaya, dan secara geografis adalah negara kepulauan terbesar. 

Sehingga, lanjutnya, secara sosio politik Indonesia memiliki landasan yang kuat dalam mengembangkan program-program strategis moderasi beragama dan kerukunan umat beragama dalam konteks keindonesiaan.  

Tak dapat dipungkiri bahwa akhir-akhir ini semakin marak tindakan-tindakan dan kekerasan yang mengatasnamakan agama atau perintah agama. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara di dunia. 

Menurut Eny, fakta empiris menunjukkan bahwa provokasi, ujaran kebencian, serta hasutan untuk melakukan kekerasan yang terjadi baik di sosial media dan hubungan kemasyarakatan secara real yang dibungkus dengan berbagai hegemoni dan identitas; baik itu identitas agama, budaya, kelompok, suku, ras, dan bangsa telah mengikis dan mengaburkan rasa saling menghormati, toleransi, kasih sayang, perdamaian, dan persatuan.

Dengan demikian, tegas Eny, tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau Kementerian Agama saja, melainkan tugas semua pihak, tanpa terkecuali, untuk mensyukuri dan menghargai keberagaman tersebut serta harus mampu mengelola perbedaan-perbedaan dengan baik dan bijaksana demi persatuan nasional dan kemajuan bangsa Negara Indonesia.

"Selamat dan sukses untuk DWP Kementerian Agama yang telah mempersiapkan acara ini sehingga berjalan sukses. Semoga acara ini berjalan dengan lancar serta kegiatan-kegiatan DWP seterusnya dapat lebih berkesinambungan, konstruktif, dan positif," tandas Eny.


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online