DIALOG INTERNAL UMAT BUDDHA TAHUN 2018



AMBON, (INMAS) - Untuk meningkatkan kualitas peribadatan umat Buddha dan mendorong pembangunan kerukunan internal seluruh Umat Buddha di Provinsi Maluku, maka Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agam (Kemenag) Provinsi Maluku, melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, menyelenggarakan kegiatan dialog internal umat Buddah tahun 2018. Kegiatan yang diikuti puluhan umat Buddha di wilayah ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd, di hotel Golden Place Ambon, Sabtu (21/4). 

Dalam sambutannya, Kakanwil mengatakan umat buddha di Maluku, harus menjadikan Pancasila sebagai pagar keberegaman di Maluku. Pancasila memiliki lanjut kakanwil memiliki nilai universal menyatukan keberagaman di Indonesia terkhusus di Maluku, sebab  dasar negara  ini memiliki falsafah Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi satu. 

Selaku umat beragama masyarakat ditutun untuk mengembalikan fungsi agama sebagai pemersatu. Perbedaan dan keberagaman yang lahir dalam lingkungan sosial adalah given pemberian dari tuhan yang harus dimaknai sebagai anugrah agar masyarakat saling mengenal.  Salah satu pemaknaan terhadap nilai dari ajaran agama pada esensinya adalah kedamaian, agama diturunkan untuk mendamaikan dunia. " Esensi atau keutamaan dari nilai ajaran agama adalah memanusiakan manusia,  ini harus dipahami oleh umat Buddha, sehingga mampu mengutamakan fungsi  agama sebagai pemersatu," kata Kakanwil.

Selain itu, kakanwil menjelaskan Provinsi Maluku tercatat memiliki success story atau kisah dan cerita yang berakhir dengan baik selama kurung waktu beberapa tahun ini, diantaranya, Maluku tercatat sebagai provinsi yang paling rukun di Indonesia, setelah Provinsi Bali dan NTT. Wilayah ini ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia sebagai provinsi yang masyarakatnya paling bahagia peringkat kedua nasional, pada tahun 2017 lalu Kota Ambon, terpilih sebagai kota  yang paling demokratis di Indonesia, Ambon juga dipilih sebagai  classroom dan laboratorium kerukunan umat beragama. 

"Cerita yang berakhir dengan baik atau success story tentang Maluku hurus dijaga dengan baik sehingga wilayah sehingga pembangunan kerukunan umat beragama di provinsi ini akan semakin berkembang. Sehingga Maluku mampu memberikan kontibusi untuk kemajuan pembangunan kerukunan umat beragama baik di Indonesia bahkan di Dunia," harap Kakanwil.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU), Kanwil Kemenag Maluku, H. Jamaludin Bugis, S.Ag, Pimpinan Eselon III dan IV Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Pengrus DWP Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, dan puluhan peserta kegiatan Dialog Internal Kerukunan Umat Buddah tahun 2018. (ASA)

  


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online