Buka Raker, Menag Tekan Keikhlasan Dalam Melayani


Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin didamping Penjabat Gubernur Maluku, Zeth Sahubura dan Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku membuka Rapat Kerja Kanwil Kemenag Maluku di MCM Ambon, Senin (5/3).

Ambon, Inmas - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi rapat kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku bertempat di Maluku City Mall (MCM) Ambon, Senin (5/3).

 

Dalam kesempatan itu, Menag meminta seluruh jajaran Kemenag di Maluku meresapi tujuan dasar dari tercetusnya semua program kerja yang dibangun melalui instansi berciri khas Ikhlas Beramal itu, yakni keikhlasan dalam melayani.

 

Sambil mengutip asumsi Plato bahwa untuk apa manusia saling melayani, Menag menegaskan kebanyakan pemimpin saat ini tidak lagi menjadikan profesinya untuk melayani, melainkan meminta agar dilayani.

 

"Saya minta ASN Kemenag jangan sampai seperti itu, kita tunjukkan bahwa tugas kita adalah benar-benar ikhlas dalam melayani, bukan dilayani," pesan Menag dihadapan ribuan peserta kegiatan Raker yang membanjiri salah satu pusat perbelanjaan di Kota Ambon itu.

 

Selain jajaran ASN Kemenag dari seluruh Kabupaten/Kota, hadir juga sejumlah tokoh-tokoh agama dalam Raker tersebut. Ditandai dengan penandatangan Deklarasi Cinta Damai oleh Penjabat Gubernur Maluku, Dr. Zeth Sahuburua, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Pangdam XVI Pattimura Ambon Mayjen TNI Suko Parnoto, Kapolda Maluku Brigjen Pol Deden Juhara beserta tokoh-tokoh agama lainnya.

 

Raker yang juga ditandai dengan ajang silaturahmi Menteri Agama RI bersama tokoh-tokoh keagamaan, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat diharapkan, selain mampu menjawab kebutuhan masyarakat juga mampu menjaga stabilitas keamanan di Maluku menyambut Pemilihan Gubernur (Pilgub) di tahun 2018.

 

"Saya tegaskan tokoh-tokoh agama perhatikan jangan sampai ada politisasi agama menyambut tahun politik, esensi utama agama menyebarkan kedamaian, bukan menabur benih-benih konflik," tegas Menag.

 

Sebab, terang Menag, agama harusnya dilihat dari dua opsi, luar dan dalam. Dari segi internal agama, perbedaan jelas terlihat dalam peribadatannya.

 

Menag mencotohkan saat takbiratul ikhram, ada yang mengangkat tangan ada pula yang tidak mengangkat tangan. Dari segi eksternal, esensi semua agama memiliki visi yang sama bahwa kerukunan merupakan kewajiban mutlak dari isi ajaran agama yang dianut oleh seluruh komponen beragama.

 

"Coba lihat, agama mana yang tidak menghendaki keadilan, kedamaian, pemenuhan hak-hak manusia secara merata. Semua agama mengaminkan hal itu," terangnya.

 

Selain itu, menurut Menag, nilai-nilai moderasi agama yang merupakan lawan dari ekstrimisme juga perlu ditingkatkan lebih jauh.  Nilai itu perlu ditanamkan agar Maluku tidak lagi kembali pada masa kelam di tahun 1999. 

 

"Jangan pernah berfikir bahwa Maluku adalah daerah paling rukun di Indonesia, tidak ingatkah bahwa daerah ini masuk dalam daftar daerah paling rentan terhadap konflik dari hasil rilisan Bawaslu Maluku," ungkapnya.

 

Menag berharap, masyarakat di Maluku semakin sadar dan dewasa menghadapi momen politik di tahun 2018, agar peristiwa kelam yang memakan korban tidak sampai terulang kembali.

 

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad dalam laporannya mengungkapkan, 171 daerah yang akan melangsungkan Pilgub. Raker ini sekaligus sebagai bahan intropeksi diri untuk menatap lebih jauh tentang proses pembangunan kerukunan yang berjalan selama ini.

 

Tanggung jawab membina kerukunan, dinilai Kakanwil, dalah tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan semua pihak. 

 

"Tugas kita bagaimana meningkatkan kerukunan, menjadi mediator perdamaian dikalah pemicu konflik itu lahir," jelas Kakanwil.

 

Tugas dari Kemenag, tegas Kakanwil, jangan sampai seperti mobil kebakaran, saat peristiwa sudah terjadi baru muncul. Tetapi selaku aparatur negara yang memegang tugas penyelenggara keagamaan, dapat menjadi tolak ukur bahwa ASN Kemenag perlu mengambil bagian dalam penciptaan kerukunan sebelum konflik lahir ditengah-tengah umat.

 

"Kami harapkan hasil raker mampu mewujudkan program kerja yang lebih berkualitas sekaligus mampu menjawan persoalan kebangsaan hari ini," tandas Kakanwil. (ZAMHIR)


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online