Buka Giat Orientasi Pelopor Moderasi Beragama, Sekjen Minta Kampus PTK Terbuka Untuk Semua Agama


Sekjen Kemenag RI Nizar Ali memberikan sambutan sebelum membuka kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama di Swissbell Hotel, Ambon.

Ambon, Inmas - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali meminta kampus Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) harus terbuka terhadap semua agama. Hal ini sebagai salah satu langkah ideal untuk penguatan moderasi beragama.

Permintaan ini disampaikan Nizar saat membuka kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Provinsi Maluku di Swissbell Hotel, Ambon, Jumat (14/1/2022). 

Menurut Nizar, keterbukaan kampus PTK terhadap semua agama sekaligus guna menyikapi berbagai macam tantangan kedepan dengan memperkuat esensi ajaran agama sebagai pembawa ajaran rahmat, menekan klaim kebenaran dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama yang semakin berkembang, serta memperkuat NKRI dari rongrongan cara pandang atau sikap praktik beragama secara ekstrim yang mengesampingkan martabat kemanusiaan. 

Nizar menyebut tantangan ini dapat diselesaikan dengan penerapan moderasi beragama bila semua agama saling berdampingan termasuk di dalam lingkungan kampus itu sendiri.

“IAIN harus menerima mahasiswa non Muslim dan IAKN juga harus terima mahasiswa non kristen," tegas Nizar.

Nizar menerangkan lebih lanjut, moderasi beragama sebagai program prioritas nasional telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kemenag tahun 2020-2024.

"Secara mandatori, program ini harus dijalankan di tahun 2021 karena telah hadir nomenklatur moderasi beragama," cetus pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja Moderasi Beragama Kemenag ini. 

Sisi lain menurut Nizar, moderasi beragama tidak hanya dilakukan kepada ASN Kementerian Agama, tetapi lembaga pemerintahan lainnya juga TNI/Polri. Di dunia pendidikan, program nasional ini juga harus dapat diterapkan oleh para pendidik,  dosen, siswa, hingga mahasiswa. 

“Jadi seluruh masyarakat harus mampu menerapkan moderasi beragama guna tercipta kehidupan yang toleran, harmonis, dan damai. Ini sebagai konsep mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama, untuk bangsa yang harmonis dan toleran sehingga Indonesia bisa lebih maju melalui konteks moderasi beragama ini,” jelas Nizar.

Ia mengungkapkan, untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenag pun menyiapkan lima kebijakan penguatan moderasi beragama. Mulai dari penguatan cara pandang, sikap dan praktek beragama jalan tengah, penguatan harmonisasi dan kerukunan umat beragama, penyelarasan relasi agama dan budaya, peningkatan kualitas kehidupan umat beragama, hingga pengembangan ekonomi dan sumber daya keagamaan.

Selanjutnya Nizar menyebutkan, moderasi beragama memiliki 4 indikatot untuk menjadi dasar penilai seseorang dapat disebut moderat atau tidak, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif terhadap budaya lokal. 

"Komitmen kebangsaan yaitu menerima Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, dan NKRI sebagai pilihan bentuk Negara Indonesia. Toleransi yaitu sikap dan perilaku seseorang yang menerima, menghargai keberadaan orang lain. Anti kekerasan yaitu tidak membenarkan tindakan kekerasan, termasuk penggunaan cara-cara kekerasan atas nama agama untuk melakukan perubahan. Akomodatif, yakni pemahaman dan perilaku beragama yang akomodatif terhadap budaya lokal atau konteks Indonesia yang multi-kultural dan multi-agama," urai Nizar menjelaskan. 

"Jadi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Maluku ini menjadi salah satu upaya penguatan moderasi beragama. Dengan mengikutinya, kami berharap para peserta dapat menjadi pelopor moderasi beragama sesuai yang kita harapkan bersama,” tandas Nizar.

Sebelumnya Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis melaporkan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk menerjemahkan moderasi beragama kedalam lembaga pemerintah, melakukan penyesuaian pemahaman serta mendorong potensi kerjasama.

Ka.Kanwil menyebutkan kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 14 sampai 17 Januari 2022.

Dilaporkan juga kegiatan ini menghadirkan fasilitator pusat diantaranya Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Wawan Junaidi bersama tim pokja Kemenag RI dan fasilitator daerah yakni Ka.Kanwil Kemenag Maluku, Rektor PTK dan akademisi IAIN Ambon Abidin Wakano.

Kegiatan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama diikuti Kepala Bidang serta Pembimas di lingkungan Kanwil Kemenag Maluku dan 11 Kepala/Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, Rektor IAIN Ambon Zainal Abidin Rahawarin dan Rektor IAKN Ambon Agusthina Ch. Kakiay. (ZAM)


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online