BDK Maluku Gelar DDWK Di Kemenag Buru



Buru ( Inmas). Diklat teknis substantif penyusunan perencanaan Pembelajaran memiliki peran penting dalam mengembangkan anak-anak bangsa yang berkualitas, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon merasa penting untuk melaksanakan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) di Kementerian Agama Kabupaten Buru selama 6 hari tepatnya di aula kantor Kemenag Buru yang secara resmi dibuka oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kab Buru Taslim Tuasikal. Hadir dalam pembukaan DDWK tersebut Widya swara dan pejabat eselon IV kantor Kemenag Buru. Senin (12/3).

Saat menyampaikan laporan penyelenggara kegiatan, Sudirman Tasidjawa mengungkapkan tujuan pelaksanaan DDWK untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas seorang guru yang professional serta dilandasi dengan kepribadian dan pendidikan aparatur sipil negara. Dengan tujuan itulah kami berharap peserta DDWK penyusunan perencanaan pembelajaran agar 60 peserta dapat mengikuti ini dengan sungguh-sungguh. ungkapnya

Lebih lanjut Sudsirman mengungkapkan Perencanaan pembelajaran dibuat bukan hanya sebagai pelengkap administrasi, namun disusun sebagai bagian integral dari proses pekerjaan profesional, sehingga berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, penyusunan perencanaan pembelajaran merupakan suatu keharusan karena didorong oleh kebutuhan agar pelaksanaan pembelajaran terarah sesuai dengan tujuan dana sasaran yang ingin dicapai.

Menjadi guru tidaklah gampang pasalnya guru dituntut keprofesionalismenya sehingga dapat menumbuhkan perhatian siswa dalam belajar, sehingga dapat mewujudkan situasi belajar mengajar yang baik. ungkap Taslim saat pembukaan DDWK

Taslim menandaskan seorang guru harus professional, jangan mengajar seadanya dan tanpa arah. Salah satu ciri keprofesionalan seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajar secara benar. Mengajar tanpa persiapan dan perencanaan yang matang, maka hasilnya pasti akan berantakan dan itu sangat mengganggu perkembangan peserta didik. Itu salah satu sebab mengapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami apa yang disampaikan guru.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran, salah satunya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik dipengaruhi oleh perencanan yang baik pula. Setiap kegiatan pembelajaran bukan merupakan proyeksi dari guru semata melainkan perwujudan yang sudah dikemas agar pembelajaran benar-benar dapat mencapai tujuan sebagaimana yang tertuang di dalam kurikulum.

Maka, pembelajaran yang dirancang hendaknya dapat mengaktifkan peserta didik, mengembangkan kreativitas yang pada akhirnya efektif, tetapi tetap menyenangkan bagi peserta didik sehingga mereka mampu memusatkan perhatian secara penuh dengan waktu curah perhatian yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian hal ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

‘’Agar dapat melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas, jadilah guru yang bertanggung jawab dengan profesinya, menjunjung tinggi keprofesionalismenya, salah satu caranya adalah mempersiapkan perencanaan pembelajaran yang baik dan matang sebelum pembelajaran kepada peserta didik.’’tandas Taslim (humas/ancha)


E-Survey

PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018

E-Aplikasi

LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online