Bahas Fatwa MUI, Plt. Kakanwil Undang Ormas Islam dan Pemda Maluku


Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis melakukan pertemuan dengan para tokoh ormas Islam, Karo Kesra Setda Maluku Haji Muhammad di ruang pertemuan pejabat lantai II Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Kamis (14/5).

Ambon, Inmas - Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis mengundang para tokoh ormas Islam dan  Karo Kesra Setda Maluku Haji Muhammad di ruang pertemuan pejabat lantai II Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Kamis (14/5).

Pertemuan tersebut bertujuan menindaklanjuti Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi COVID-19.

Pertemuan turut dihadiri sejumlah pejabat eselon III lingkup Kanwil Kemenag Provinsi Maluku dan Kakankemenag Kota Ambon Zain Firdaus Kaisupy.

Plt. Kakanwil dalam rapat tersebut menyampaikan maksud dan tujuan melakukan rapat ini untuk bagimana menyatukan persepsi bersama untuk sama-sama sejalan menjalankan fatwa MUI nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

"Jadi ini perlu ada persamaan persepsi dari semua pihak terkait dengan fatwa MUI, sehingga dalam pelaksanaanya tidak membingunkan masyarakat," kata Plt.

Plt. berharap, implementasi fatwa MUI berjalan dengan baik, olehnya itu dibutuhkan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, salah satunya dengan mengambil langkah awal melakukan pertemuan dengan pihak TNI/Polri, gugus tugas, serta pihak-pihak terkit lainnya, karena sebagian masyarakat belum tahu terkait Fatwa MUI.

"Waktu puasa yang tersisa beberapa hari ini harus dioptimalkan sebaik mungkin, minimal menyadarkan masyarakat. Mudah-mudahan dengan cara ini memutus mata rantai penyebaran Covid-19," harapnya

Karo Kesra Setda Maluku Haji Muhammad dalam keterangannya menambahkan perlu adanya sosialisasi dengan melibatkan unsur TNI/Polri, tenaga kesehatan atau Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Sehingga Fatwa MUI ini benar-benar berjalan maksimal terutama dalam keadaan takbiran dan salat Idul Fitri, sehingga tidak terjadi seperti yang lalu-lalu," pungkasnya

Ketua MUI Maluku Abdullah Latuapo berharap nantinya fatwa MUI bisa dijalankan dengan baik oleh umat muslim khususnya di Maluku, olehnya itu dibutuhkn partisipasi dari semua stakeholder.

Berikut bunyi selengkapnya fatwa MUI tentang shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19:

Ketentuan hukum

1. Salat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).

2. Salat idul fitri disunahkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

3. Shalat Idul fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaaah di tanah lapang, masjid, mushala, dan tempat lainnya.

4. Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.

5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah.

Ketentuan shalat Idul Fitri di kawasan Covid-19

1. Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain.

2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang), shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/ masjid/ mushala/ tempat lain.

3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dirumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang yang terdiri dari 1 orang imam dan 3 orang makmum.

4. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan. (RESI)


E-Survey

Dumas Kemenag Maluku
Survey Pelayanan Haji Maluku Tahun 2018
PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018
Pelayanan Pelaporan Gratifikasi

E-Aplikasi

SOP Kemenag RI
LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
SIPATUH
Simpatika Kemenag