ASN Kemenag Harus Bisa Menangkal Isu Miring Moderasi Beragama



Piru, Inmas - Dewasa ini, berbagai isu-isu yang mendiskreditkan moderasi beragama terus dikembangkan melalui berbagai media-media terkhusus pada media sosial. Dan oleh karena itu sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bisa menangkal isu tersebut dengan membuat klarifikasi melalui pencerahan tentang hakekat moderasi beragama.

Demikian kata Taslim Tuasikal Selaku Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Kab.Seram Bagian Barat (Kab.SBB) dalam sambutan pada kegiatan Pengharusutamaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan yang digelar oleh Seksi Bimas Islam di Resort Pulau Osi, Rabu, (30/6).

"Kalau tidak di filter isu tersebut dengan baik maka pasti kita akan akan terjerumus pada suatu kesalahan dalam memahami ajaran agama yang dianut oleh masyarakat," tandas Taslim

Dikatakan, secara sederhana moderasi agama merupakan cara menyakini kepercayaan agama sendiri dan menghormati keyakinan beragama orang lain dengan tidak memaksakan kehendak agama lain untuk meyakini agama kita.

Olehnya, dirinya mengajak kepada para peserta yang lebih didominasi oleh para penyuluh agama PNS dan Non PNS untuk lebih mempelajari dan memahami ajaran agama yang dianutnya dengan baik sehingga isu-isu tersebut dapat ditangkal dan difilter sesuai dengan pemahaman yang baik.

"Untuk penyuluh dan penghulu agama saya minta untuk cerdas melihat situasi dan kondisi negara terkait dengan sejumlah isu-isu memecah belah umat beragama saat ini. Terkhusus di Kab.SBB anda akan menghadapi tahapan itu, terlebih disaat memasuki tahun-tahun politik yang sarat isu negatif yang berpotensi memecah persatuan umat beragama. Anda harus bisa menangkal dan menfilter itu," pesan Taslim.

Menurutnya, moderasi beragama bukan menjadi barang baru, sejak jaman Menteri Agama sebelumnya moderasi beragama sudah dicanangkan, dan hingga saat ini masih terus dijalankan dengan mengalami perkembangan dan modernisasi.

"Moderasi beragama ini sangat menarik untuk didiskusikan mengingat negara kita Indonesia dikenal dengan kemajemukan pada rakyatnya, baik itu suku, agama maupun ras," Jelas Taslim

Lewat kesempatan itu, Kepala Kankemenag juga mengingatkan terkait peningkatan jumlah angka penularan Covid 19 secara nasional pasca lebaran kemarin. Olehnya dirinya mengajak para penyuluh dan penghulu untuk bersama-sama menganjurkan masyarakat di lingkungan tempat tugas untuk lebih mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M sebagaimana Instruksi Menteri Agama beberapa waktu lalu.

"Mari berkontrubusi membangun Kab.SBB dengan selalu berkordinasi dan bersinergitas dengan pemerintah Kab.SBB di dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat," pinta Taslim.

Dipenghujung sambutan, Taslim meminta kepada para Kepala KUA beserta Penyuluh Agama untuk melakukan sosialisasi dan implementasikan Surat Edaran Menteri Agama No 15 Tahun 2021 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban di kecamatan-kecamatan.

Turut Hadir Kepala Seksi Bimas Islam, Abd Gani Wael, S.Ag, Ketua Nahdatul Ulama Kab.SBB dan Para Kepala KUA. (HS)


E-Survey

Dumas Kemenag Maluku
Survey Pelayanan Haji Maluku Tahun 2018
PTSP KEMENAG MALUKU
Pelayanan PTSP Tahun 2018
Pelayanan Pelaporan Gratifikasi

E-Aplikasi

SOP Kemenag RI
LPSE Kemenag
Webmail
Simpeg
Simpatika Kemenag
Layanan Pengaduan Online