Sinergi Gubernur, Forkopimda, Kemenag, Tokoh Agama Perkuat Komitmen Maluku Aman dan Damai

07 April 2026

|

Resi Sahubawa

|

Program Unggulan

Ambon, Inmas - Sinergi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku dan tokoh lintas agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kembali diperkuat melalui pertemuan strategis bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath. 

 

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (7/4/2026) ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kedamaian di Bumi Raja-Raja.

 

Kabag TU Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku H. M. Rusydi Latuconsina mewakili Kakanwil kepada media ini menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga harmoni serta meredam potensi konflik sosial.

 

“Maluku adalah daerah yang kaya akan keberagaman. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama agar nilai-nilai toleransi terus terjaga,” ujarnya.

 

Kemenag Maluku memastikan akan terus mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk berperan aktif dalam menjaga dan mewujudkan Maluku yang aman, damai, dan harmonis.

 

Latuconsina menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama.

 

“ASN Kemenag tentu hadir sebagai penyejuk, mampu memberikan rasa aman, serta menjadi corong moderasi beragama di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Gubernur Maluku dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

 

Ia mengapresiasi langkah bersama yang dilakukan Kementerian Agama, Forkopimda, dan para tokoh agama dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi.

 

“Keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja, tetapi membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat,” tegas Gubernur.

 

Sementara itu, perwakilan Forkopimda menyatakan kesiapan untuk terus mendukung upaya-upaya preventif dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk melalui pendekatan humanis dan dialogis dengan masyarakat.

 

Tokoh agama yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk terus menyuarakan pesan-pesan damai, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi penyejuk di tengah masyarakat.

 

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat sinergi lintas sektor, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Maluku yang aman, damai, dan harmonis.

 

(RESI)

Share :

Artikel Lainnya