Ambon, Inmas - Dalam suasana penuh khidmat, peringatan Hari Suci Pagerwesi di Pura Sura Yudha Mandala menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat spiritualitas dan keteguhan diri. Kegiatan ini diisi dengan dharmawacana yang memberikan pemahaman mendalam tentang makna Pagerwesi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa Hari Suci Pagerwesi merupakan waktu yang tepat untuk memperkokoh benteng diri melalui ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Dengan bekal tersebut, umat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Pagerwesi juga dimaknai sebagai hari suci untuk memperteguh keyakinan terhadap ajaran dharma. Melalui peringatan ini, umat diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada nilai-nilai kebenaran serta menjaga keseimbangan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Penyuluh Agama Hindu dalam dharmawacana tersebut menekankan pentingnya pengendalian diri sebagai kunci utama dalam kehidupan spiritual. Pengendalian ini terutama diarahkan pada upaya menaklukkan musuh dalam diri yang dikenal sebagai sad ripu.
Sad ripu yang dimaksud meliputi sifat-sifat negatif seperti keserakahan, kemarahan, dan keangkuhan. Jika tidak dikendalikan, sifat-sifat tersebut dapat melemahkan spiritualitas dan menghambat perkembangan diri seseorang.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa ilmu pengetahuan yang benar harus dilandasi dengan nilai-nilai dharma. Dengan demikian, umat tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dan karakter yang kuat dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, umat juga diajak untuk mengimplementasikan ajaran yang diperoleh pada Hari Suci Saraswati. Pengetahuan yang telah didapatkan tidak seharusnya berhenti sebagai teori, melainkan diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata sehari-hari.
Melalui peringatan Pagerwesi ini, diharapkan umat Hindu mampu menjadi pribadi yang lebih baik, tangguh secara spiritual, serta konsisten dalam menjalankan ajaran dharma sebagai pedoman hidup.