Dobo, (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru, Dr. M. Hanafi Rumatiga, S. Ag. M.Pd, mengikuti kegiatan Breakfast Meeting bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini merupakan rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI dan diikuti oleh para pejabat di lingkungan Kementerian Agama dari berbagai tingkatan, sebagai upaya memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah.
Dalam arahannya, Menteri Agama menegaskan bahwa Breakfast Meeting memiliki peran penting sebagai sarana penyebaran informasi dan kebijakan dari Kementerian Agama pusat kepada seluruh jajaran di daerah, sehingga setiap program dapat berjalan selaras dan terarah.
Selain membahas penyesuaian anggaran di tengah kebijakan efisiensi, Menteri Agama juga menyoroti sejumlah persoalan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya masih kurangnya mubalig sehingga umat belum mendapatkan pencerahan agama secara optimal, tingginya angka buta huruf Al-Qur’an, menurunnya penerbitan buku-buku keagamaan yang berdampak pada semakin jauhnya umat dari literasi agama, serta berkembangnya paham-paham keagamaan yang menyimpang dan berpotensi membahayakan umat.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama menekankan pentingnya langkah konkret yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran Kementerian Agama, yakni dengan mengaktualisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh pemeluk agama, serta mendorong adanya “jihad pemikiran” untuk mencari solusi kreatif dan inovatif dalam menjawab berbagai persoalan, tanpa selalu bergantung pada ketersediaan anggaran.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Aru menyampaikan bahwa arahan tersebut menjadi pedoman penting bagi pelaksanaan tugas di daerah, khususnya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih efektif, adaptif, dan menyentuh kebutuhan umat.
“Pesan Menteri Agama menjadi motivasi bagi kami di daerah untuk terus berinovasi, memperkuat pembinaan umat, serta memastikan nilai-nilai keagamaan tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB ini diikuti dengan penuh perhatian oleh seluruh peserta, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola Kementerian Agama yang efisien, responsif, dan berorientasi pada pelayanan umat.(humas)