PRESIDEN MAJELIS DZIKIR RI 01 KUKUHKAN GUB MAL SEBAGAI BAPAK REVOLUSI MENTAL AMAL AGAMA

By 19 Jun 2017, 19:12:15 WIBBerita

PRESIDEN MAJELIS DZIKIR RI 01 KUKUHKAN GUB MAL SEBAGAI BAPAK REVOLUSI MENTAL AMAL AGAMA

Keterangan Gambar :


Ambon, (Inmas) - Presiden Majelis Dzikir RI 01, Habib Salim Jindan Baharun mengukuhkan Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff sebagai Bapak Revolusi Mental Amal Agama di wilayah tersebut. Proses pengukuhan ditandai dengan pembukaan Workshop "Implementasi Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama", yang  disaksikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S,Pd, M.Pd, perwakilan Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku beserta tokoh-tokoh agama dan masyarakat, bertempat di Lantai II Maluku City Mall (MCM), Ambon, Senin (19/6).

Menurut Baharun, pengukuhan tersebut dilihat berdasarkan pembangunan di Maluku yang kian maju seiring berjalannya waktu, terutama dari sisi agama. Keberagaman agama serta toleransi di wilayah ini tidak bisa diragukan lagi. Mencapai peringkat ketiga daerah terukun merupakan suatu prestasi yang cukup membanggakan. "Saya pernah dengar, kalau negara sekelas Myanmar rela datang jauh-jauh di Maluku hanya untuk mempelajari konsep kerukunan di daerah ini. Luar biasa" puji Baharun

Ia menilai, kemajuan dan kesuksesan Maluku tidak lepas dari andil besar para pemimpin di negeri ini. Said Assagaff selaku Gubernur Maluku tentu berupaya keras melakukan mediasi demi terwujudnya perdamaian sekaligus menjadi langkah proses menjadikan daerah ini sebagai Laboratorium Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.

"Tidak bisa dipungkiri, beliau telah sukses menjalankan amanahnya dengan baik," katanya.

Selain itu, ia juga mampu menjalin koordinasi baik di level bawah maupun atas agar daerah ini terus menjadi pusat perhatian dunia. "Masyarakat mempercainya karena melihat treck recordnya yang sudah teruji. Bukan suatu wacana tanpa bukti nyata," jelas Baharun.

Baharun juga berharap. pemimpin sekelas Said Assagaff tetap ada di wilayah ini. Sebab masyarakat sangat merindukan sosok pemimpin seperti itu. (ZAMHIR)