KEMENAG MALUKU GELAR BIMTEK SISTEM INFORMASI PNBP-NK (SIMPONI).

By Admin Kanwil Maluku 23 Mei 2017, 08:54:01 WIBBimas Islam

KEMENAG MALUKU GELAR BIMTEK SISTEM INFORMASI PNBP-NK (SIMPONI).

Keterangan Gambar :


AMBON,INMAS - Penilaian publik atas kinerja Kementerian Agama dalam pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan kususnya capaian kinerja layanan kepenghuluan nikah rujuk di Kantor Urusan Agama (KUA) tingkat kecamatan menuntut adanya peningkatan potensi wawasan keilmuan bagi tenaga penghulu dalam melayani masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas para tenaga penghulu maka Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, Melalui Bidang Bimas Islam, melaksanakan kegiatan teknis bimbingan sistem informasi PNBP-NK online. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku, ini berlangsung di Hotel, Golden Place Ambon, kemarin. Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan, tenaga kepenghuluan yang bertugas melayani masyarakat harus berupaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi. Para oprator Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Nikah Rujuk (PNBP-NK) yang mengabdi pada KUA di seluruh kota/kabupaten di Maluku, dapat meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan yang berbasis pada teknologi Informasi. Menurut Kakanwil pemahaman operator perlu dipertajam sehingga mereka tidak tertinggal dengan pola lama yang masih mengunakan sistem pengiriman data secara manual. Kemajuan teknologi saat ini menuntut seluruh elemen ASN, Kankemenag untuk beradaptasi dengan teknologi. " Kecepatan, ketepatan, dan keakuratan data menjadi syarat mutlak untuk memajukan layanan dari Kementerian Agama secara provesinal," ujarnya. Sementara Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Drs. Zain Firdaus Kaisupy, mengatakan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan dan pengetahuan penghulu dan kepala KUA agar mereka dapat mengembangkan profesinya sesuai dengan tugas yang di embang. Para peserta terbaik yang terpilih dalam lombah karya ilmiah tenaga penghulu dan kepala KUA, akan disiapkan untuk mengikuti kegiatan serupa di tingkat nasional. " Kami berhap kegiatan yang diikuti kepala KUA dan tenaga penhulu ini, dapat memperdalam pengetahuan keagamaan agar dapat termotivasi untuk menyampaikan data yang akurat dan menghindari gratifikasi, " harap Kaisupy. (ASA)